Petualangan Kelam Taman Gulliver’s Kingdom di Bawah Bayang-bayang Hutan Bunuh Diri

Taman Gulliver’s KingdomPada satu sisi Gunung Fuji di Jepang yang mempesona, terdapat sebuah taman hiburan yang mencuri perhatian, Gulliver’s Kingdom Theme Park. Taman ini mengambil inspirasi dari petualangan Gulliver yang terkenal, sebuah karakter yang dipopulerkan oleh Jonathan Swift dalam novel klasik “Gulliver’s Travels”. Sejak dibangun pada tahun 1997, taman ini menciptakan suasana magis dengan patung Gulliver setinggi 147 kaki yang diikat ke tanah oleh miniatur Lilliputians, mengingatkan pada kisah petualangan Gulliver di pulau Lilliput yang dihuni oleh manusia-manusia kerdil.

Namun, keberlangsungan Gulliver’s Kingdom tidak seindah kisah petualangan Gulliver. Cukup tragis, taman hiburan ini hanya bertahan selama empat tahun sejak pendiriannya. Dalam waktu yang relatif singkat, pada tahun 2001, taman tersebut ditutup secara permanen karena minimnya pengunjung. Beberapa spekulasi muncul mengenai penyebab penutupan taman ini, namun satu alasan yang mencuat adalah lokasinya yang berdekatan dengan daerah yang suram, yaitu Aokigahara, yang lebih dikenal sebagai “hutan bunuh diri” di Jepang.

Aokigahara adalah hutan yang terkenal karena menjadi tempat seringnya orang-orang melakukan bunuh diri. Sejak tahun 1950, lebih dari 500 orang diketahui mengakhiri hidup mereka di hutan ini. Konon, taman Gulliver’s Kingdom berdiri di dekat Aokigahara, dan legenda yang mengelilingi hutan tersebut memberikan dampak negatif terhadap daya tarik taman hiburan. Beberapa orang meyakini bahwa hutan ini adalah rumah bagi yurei atau hantu penunggu hutan Aokigahara, dan mitos ini semakin menyelimuti Gulliver’s Kingdom dengan aura yang suram.

Satu faktor penting yang sering disebutkan sebagai penyebab sepi pengunjung adalah lokasi taman yang dianggap terkutuk. Meskipun pembangunan taman memberikan lapangan kerja bagi penduduk setempat dalam jangka pendek, faktanya, bank yang mendanai proyek tersebut mengalami kegagalan, dan taman hiburan ini harus berhenti dibangun. Ternyata, Gulliver’s Kingdom dibangun di dekat Aokigahara dan juga berdekatan dengan daerah yang tak kalah suram, yaitu desa Kamikuishiki, yang menjadi markas besar sekte sesat Aum Shinrikyo.

READ  Fakta COVID19: Mengungkap Sisi Menarik dari Pandemi Global

Aum Shinrikyo adalah aliran sesat yang terkenal karena melancarkan serangan gas sarin di kereta bawah tanah Tokyo pada tahun 1995, yang menyebabkan kematian 19 orang. Keberadaan desa Kamikuishiki yang terkenal sebagai markas besar sekte sesat ini memberikan kontribusi pada atmosfer kelam yang menyelimuti Gulliver’s Kingdom. Kombinasi dari legenda hutan bunuh diri, keberadaan sekte sesat, dan munculnya rumor tentang penemuan mayat di sekitar taman hiburan membuatnya semakin suram dan menakutkan bagi pengunjung.

Seiring berjalannya waktu, taman ini semakin ditinggalkan dan terbengkalai, menciptakan citra yang semakin menyeramkan. Pengunjung yang datang setelah penutupan melihat puing-puing taman hiburan yang membusuk dan wajah patung Gulliver yang dulunya mempesona, kini terlihat mengerikan ditengah hutan yang sunyi. Pada tahun 2007, setelah bertahun-tahun dibiarkan terbengkalai, taman hiburan ini akhirnya dirobohkan sepenuhnya, meninggalkan puing-puing di tengah hutan yang kelam.

Dalam perspektif sejarah, Gulliver’s Kingdom Theme Park menjadi satu dari banyak taman hiburan yang menghadapi nasib tragis. Meskipun pada awalnya dianggap sebagai proyek besar yang menarik perhatian, lokasinya yang kurang strategis dan berdekatan dengan kawasan yang memiliki sejarah kelam membuatnya sulit bersaing. Kombinasi antara legenda sekitar Aokigahara, keberadaan sekte sesat, dan kegagalan pembangunan finansial membawa akhir yang suram bagi taman hiburan yang berusaha menghidupkan kembali petualangan Gulliver di Jepang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *