Gawat Kali Bah, Bisa Pula Indonesia Krisis Penghulu

Netizen, News, Trending139 Dilihat

Agak Laen Memang – Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia menghadapi masalah serius dalam hal kekurangan tenaga fungsional penghulu “Indonesia Krisis Penghulu“. Kemenag mendesak segera ditetapkan formasi jabatan fungsional penghulu yang telah diajukan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Saat ini, kebutuhan nasional akan jabatan fungsional penghulu mencapai 16.263 orang, sementara yang tersedia hanya 9.054 penghulu.

“Dalam hal kebutuhan, kami dapat mengatakan bahwa saat ini kita menghadapi darurat penghulu,” kata Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin, seperti yang dikutip dari laman Kemenag pada Rabu (30/8/2023).

“Terlebih lagi, sejumlah besar penghulu diharapkan akan pensiun hingga tahun 2027, mencapai 2.383 orang,” tambahnya.

Zainal mengungkapkan bahwa situasi ini sangat memprihatinkan. Beberapa penghulu bahkan harus melayani lebih dari satu Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan.

“Selain banyak yang pensiun, kami juga mengalami kehilangan penghulu akibat pandemi COVID-19 yang melanda,” jelas Zainal.

Mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara ini menyatakan bahwa Kemenag terus berusaha untuk mengatasi kekurangan penghulu. Pada tahun 2023, sebanyak 950 penghulu tambahan telah direkrut melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kami berharap bahwa tahun depan akan ada penerimaan penghulu tambahan melalui jalur PPPK. Kami mendorong calon yang berminat untuk mulai mempersiapkan diri dari sekarang,” lanjutnya.

Zainal berharap Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi segera menetapkan formasi jabatan fungsional penghulu yang telah diajukan.

Lebih lanjut, Zainal menjelaskan bahwa peran penghulu sangat penting. Mereka tidak hanya mengawasi dan mencatat pernikahan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membantu negara dalam berbagai aspek.

READ  Kehidupan Ifa, Istri Wardi Pasca Carok, dan Kepedihan dalam Rumah Tangga Hasan Tanjung

Diketahui bahwa jumlah pernikahan di Indonesia dalam satu tahun sangat tinggi, mencapai rata-rata 1,7 juta pernikahan. Penghulu juga memiliki tanggung jawab sebagai pembimbing keluarga untuk remaja usia sekolah, usia pernikahan, calon pengantin, konsultan keluarga, mediator perkawinan, serta memiliki peran penting dalam mendeteksi dini konflik keagamaan, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti pembuatan akta ikrar wakaf, pembimbing manasik haji, pendamping pemberdayaan ekonomi umat, dan pengintegrasian data keagamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *